Jumat, 07 Oktober 2011

Pelaksanaan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Pelaksanaan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di 15 kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini memasuki masa kritis. Seperti diketahui,Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan, pelaksanaan program E-KTP harus rampung pada 31 Desember.

Ironisnya, baru 5 dari 7 kabupaten/ kota yang telah terinstalasi jaringan pendukung online program ini yang melakukan pelayanan pembuatan e-KTP. Sementara, dua daerah lainnya, yakni Kota Prabumulih dan Kabupaten OKI, hingga kini masih belum melayani pembuatan e-KTP. Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel Mulyadin Roham menyatakan, secara umum permasalahan yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan program ini adalah jaringan dan peralatan.

Saat ini baru 70% kabupaten/ kota di Sumsel yang telah terkoneksi jaringan,sementara peralatan pendukung pelaksanaan program ini baru teralokasi di tujuh kabupaten/ kota, masing-masing Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten Banyuasin,Lahat,Muaraenim, Ogan Komering Ilir (OKI),dan Musi Rawas (Mura).

“Kondisi (pelaksanaan e- KTP) sekarang kritis,kita mendesak konsorsium agar mempercepat kerjanya. Jangan lagi ada kendala jaringan yang belum terpasang atau alat yang belum dikirim,” tandas Mulyadin seusai Rapat Koordinasi Program Nasional Penerapan E-KTP di Kabupaten/Kota se- Sumsel di ruang Abdi Praja, Pemprov Sumsel,kemarin.

Setali tiga uang, Direktur Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Administrasi Kependudukan Depdagri Amin Pulungan mengakui juga hambatan program e-KTP. Tak hanya di Sumsel, keterlambatan dan permasalahan serupa juga terjadi hampir di semua kabupaten/ kota di Indonesia. “Keterlambatan ini biasanya terjadi akibat ke-terlambatan pengiriman alat dari provider hingga kerusakan peralatan e-KTP ini,”katanya.

Untuk Sumsel sendiri, ujar dia, sekitar 70% alat yang diperlukan telah terinstalasi dengan provider dari pihak PT Indosat tbk,sedangkan sisanya masih harus menunggu pengiriman alat dari Jakarta. Kendati belum seluruhnya terkoneksi, pihaknya tetap optimistis program e-KTP dapat berjalan sesuai rencana, yakni 167 kabupaten/kota di Indonesia rampung di akhir Desember 2011, sedang 300 kabupaten/ kota lainnya diharuskan menuntaskan program ini pada 2012.

Pada 2012,data pembuatan e-KTP di seluruh Indonesia akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menjadi data resmi KPU, dan selanjutnya akan dipergunakan sebagai data pemilih pada sejumlah pilkada yang digelar pada 2013. “Nah, dengan e-KTP ini, setidaknya kita dapat meminimalisasi adanya KTP ganda saat pemilu berlangsung,”ungkap Amin.

Sementara itu, dari data yang dilansir Kemendagri, untuk pelaksanaan program e- KTP di Sumsel, tercatat Kota Palembang telah melakukan pelayanan bagi 21.754 jiwa, Kabupaten Lahat 5.594 jiwa, Muaraenim 300 jiwa, Mura di bawah 200 jiwa, dan Kota Prabumulih 18 jiwa.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
Copyright © 2012 Info Kita All rights reserved Mas Hari
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia