Minggu, 20 Mei 2012

Peredaran Ikan Yang Mengandung Formalin

Fakta mengejutkan ditemukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Palopo terkait peredaran ikan yang mengandung formalin di Kota Palopo. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ikan yang dipasok dari luar Palopo 95% positif mengandung formalin. DKP melakukan pemeriksaan ikan yang masuk ke wilayah Palopo melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pontap dan Pelabuhan Tanjung Ringgit. DKP menggunakan alat tes formalin atau tes kit formalin.

Ditemukan ikan yang dikapalkan dari beberapa daerah tetangga di Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, diawetkan dengan formalin. Formalin yang sering digunakan untuk mengawetkan mayat ini tergolong berbahaya jika dikonsumsi manusia. Penyakit yang bisa ditimbulkan jika dikonsumsi dalam waktu lama yakni kanker dan kerusakan organ tubuh.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Palopo Maksum Runi menilai Pemkot Palopo lamban menangani peredaran ikan berformalin. Dia mengkritik pemerintah yang dinilai tidak punya langkah tegas padahal informasi ikan berformalin ini beredar sejak setahun lalu.

“Coba bayangkan jika warga Palopo sejak setahun lalu mengonsumsi ikan berformalin, apa akibatnya? Ini sudah sejak setahun lalu,tapi tidak ada langkah konkret untuk mencegah peredaran ikan yang mengandung bahan berbahaya itu,”ujar dia kemarin. Kepala DKP Palopo, Andi Fatahillah mengakui, saat ini puluhan ton ikan berbahan pengawet formalin diamankan dan tidak diperkenankan diedarkan dalam wilayah Palopo, terutama ikan dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia,masih banyak yang luput dari pengawasan DKP karena tidak melalui TPI Pontap atau pelabuhan. Menurut dia, pedagang atau pemasok ikan dari luar Palopo belum memiliki pengetahuan tentang bahaya formalin bila dikonsumsi masyarakat. Pedagang ikan asal luar lebih mengejar hanya mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan perlindungan masyarakat.

Pihaknya mengundang para pengusaha ikan dari luar Palopo yang berdomisili di daerah ini, termasuk nelayan lokal untuk menghadiri sosialisasi perlindungan konsumen dan bahaya formalin di Kantor Wali Kota, Selasa (22/5). Dalam sosialisasi ini, Pemkot melalui DKP melibatkan aparat kepolisian dan YLKI Palopo akan membicarakan masalah perlindungan terhadap konsumen.

Apalagi, masyarakat Palopo sebagian besar mengonsumsi ikan dari luar daerah. “Polisi dilibatkan di sini agar bisa melalukan upaya hukum bila nelayan atau pedagang ikan dari luar Palopo tetap tidak mengindahkan penegasan Pemkot soal larangan penggunaan formalin,” kata Fatahillah.

HPA Tenriadjeng

Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, menilai, beberapa objek wisata di daerah ini belum tergarap maksimal. Hal tersebut disayangkan karena Palopo memiliki banyak potensi wisata alam yang bisa memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).

Beberapa objek wisata yang tidak kalah bersaing dengan beberapa objek wisata di daerah lain, di antaranya permandian Alam Bambalu, Maroangin, Peta, Pantai Labombo, dan permandian alam Latuppa. Dari beberapa objek wisata di Palopo, baru dua yang tergarap maksimal, yakni Pantai Labombo dan Latuppa. Beberapa objek wisata lainnya belum tergarap optimal karena kurangnya aksesbilitas, belum adanya metode pengelolaan yang tepat, termasuk kebersihan yang belum terjaga.

Kendala lainnya, sarana dan prasarana pendukung yang masih kurang sehingga belum bisa bersaing dengan objek wisata lainnya. “Pantai Labombo bisa tergarap maksimal karena pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga, yakni CV Vista. Pantai ini telah memiliki berbagai amenitas dan aksesbilitas yang memadai sehingga menjadi salah satu pilihan objek wisata di Palopo,” kata Tenriadjeng.

Agar beberapa obyek wisata alam di Palopo bisa menyamai Pantai Labombo,Tenriadjeng tertarik agar pengelolaan objek wisata diserahkan kepada pihak ketiga. “Kami akan jajaki kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan pariwisata Palopo,” katanya. Menurut Kabag Humas Pemkot, Muh Ansir Ismu,

Pemkot memberikan kesempatan kepada pihak ketiga dari berbagai perusahaan pariwisata di Sulsel, termasuk di luar Sulsel untuk menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata terkait pengelolaan beberapa pariwisata Palopo. “Pemkot Palopo membuka diri dan siap bekerjasama dengan investor pariwisata,” katanya.

Jumat, 16 Maret 2012

Citra Kepariwisataan Sulsel

Tahun ini, citra kepariwisataan Sulsel menjadi pertaruhan, baik di mata nasional maupun internasional. Sejak 2010, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mencanangkan 2012 sebagai puncak tahun kunjungan wisata yang dikemas dalam Visit South Sulawesi.

Dalam dua tahun terakhir, beragam eventpariwisata digelar di sejumlah destinasi wisata,seperti Tana Toraja, Makassar,Selayar.Di Kota Makassar,beragam event pariwisata telah digelar, seperti Visit Makassar. Sementara di Toraja, Pemprov Sulsel menggelar Lovely December.Kemudian di Kabupaten Kepulauan Selayar digelar Takabonerate Expedition Island.

Pada tahun ini,dua event terakhir akan dijadikan sajian pamungkas kepada wisatawan asing sekaligus menutup Visit South Sulawesi 2012. Sail Takabonerate direncanakan akan dimulai 16-18 November 2012, dengan mengadakan pelayaran maritim dari Bali, Takabonerate,dan Kepulauan Spermonde. Pada event tahunan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel juga telah memastikan sejumlah kapal laut dari Darwin,Australia, akan berlayar ke Takabonerate.

Sekretaris Disbudpar Sulsel Jualianus Batara mengungkapkan, penyelenggaraan Sail Takabonerate tersebut ditanggung sepenuhnya Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. “Kami hanya diminta menyiapkan perahu untuk memuat beberapa orang yang menepi di beberapa destinasi pariwisata Sulsel,” papar dia kepada wartawan, kemarin.

Beberapa lokasi yang akan didarati wisatawan asing tersebut,di antaranya Makassar, Jeneponto, Takalar, Bantaeng,Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar. “Seluruh anggaran event ini dilaksanakan Pemerintah Pusat. Daerah hanya diminta menyiapkan dana pendampingan. Kami juga telah koordinasi dengan kabupaten/kota yang dilibatkan dalam pelayaran ini,” ujar Jualianus Batara.

Di sisi lain,kegiatan rangkaian Lovely December akan dimulai 1–8 Desember 2012, di antaranya International Rafting Open Sungai Saddang-Rantepao serta event Tour de Toraja,Tana Toraja, serta Toraja Utara. Kendati demikian, beberapa event pariwisata di kabupaten/kota lainnya tetap menjadi jualan Pemprov Sulsel untuk menyemarakkan eventkunjungan wisata Sulsel pada 2012 ini.

Sepanjang tahun ini, terdapat 62 pariwisata di seluruh kabupaten/kota dalam rangka menyambut Visit Sulsel 2012. “Dengan kegiatan ini, kami yakin mampu meraih target untuk mendatangkan wisatawan asing sebanyak 100.000 orang dan 4,5 juta wisatawan domestik hingga akhir 2012 nanti,”papar dia.

Awal 2012,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah mewanti-wanti seluruh bupati dan wali kota di Sulsel untuk memperbaiki destinasi pariwisata dalam rangka menyambut Visit Sulsel 2012 tahun ini. Menurut dia,seluruh pihak terkait harus ikut berperan menghadirkan sebuah destinasi wisata dalam usaha menggaet wisatawan mancanegara untuk mau berwisata ke Sulsel. Harapan saya, destinasi (pariwisata) harus diperbaiki, disiapkan, dan memang bupati/wali kota di Sulsel harus ikut terlibat semuanya. Ini semua untuk kita,” pungkasnya.
 
 
Copyright © 2012 Info Kita All rights reserved Mas Hari
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia