Minggu, 09 Oktober 2011

Deru suara mesin mobil dan decitan rem

Deru suara mesin mobil dan decitan rem saling beradu di lapangan parkir Trans Mall Makassar. Sebanyak 20 peserta adu keahlian drifting menaklukkan tantangan yang disiapkan tim juri Yaris Show Off (YSO) 2011yang berlangsung 7 hingga 9 Oktober, hari ini.

Satu per satu rintangan yang disiapkan panitia, dilibas peserta. Namun, tidak sedikit peserta yang gagal untuk melahap seluruh lintasan dengan mulus. Tidak heran, kerja keras peserta untuk menjadi yang terbaik diganjar dengan total hadiah Rp1,2 miliar dengan dua kelas yang diperlombakan. Marcom Section Head Kalla Toyota Yudi G dalam jumpa persnya di Kopi Tiam Trans Mall mengatakan, dua kelas yang diperlombakan, yakni kelas free for allyang terbagi dalam 12 kategori dan dua kelas baru yang dilombakan dalam kelas rising star.

Tidak hanya itu, untuk menyemarakkan ajang YSO ini,panitia menambah kategori, yakni most favourite (based on Twitter) atau peserta yang mendapat dukungan terbanyak via Twitterdalam kurun waktu yang ditentukan panitia. Selain itu, satu kategori lain, yakni Grovvyest Gals atau siswa SMA yang memiliki penampilan dan pengetahuan otomotif terbaik.

Kalla Toyota Sport selaku penyelenggara,juga menggandeng sembilan drifter nasional bersama mobil balapnya dan membuka dua regulasi lokal,yakni the best modifikatordan the best fun SPL yang khusus diberikan sebagai penghargaan kepada modifikator dengan karya terbaik di YSO 2011 Makassar, ungkapnya dalam jumpa pers, kemarin. YSO yang digelar dengan tajuk Custom Up Your Yaris to A Hi-Tech Groovy Level, ini diikuti 20 peserta yang dinyatakan lulus kualifikasi regulasi panitia penyelenggara dari total 34 peserta yang mendaftar.

Para peserta bersaing mendapatkan gelar Prince of Yaris Show Off Makassaryang selanjutnya akan diperlombakan lagi untuk menjadi wakil dari wilayah east regiondalam final battle untuk memperebutkan gelar The King Of YSO 2011. YSO 2011 ini dimulai awal September 2011 dan dilaksanakan bersamaan di dua kota, yaitu Manado dan Bandung.Eventselanjutnya digelar di Bali, Surabaya, dan Yogyakarta.

Makassar menjadi kota keenam pelaksanaan yang akan diikuti kota lain,yakni Pekanbaru,Semarang, Medan,sampai akhir Oktober nanti. “Kami berharap YSO dapat menjadi agenda acara tahunan Kalla Toyota.Eventini penting bagi para pengguna Yaris yang berjiwa muda yang kreatif untuk meningkatkan kualifikasinya di bidang auto fashion (modifikasi dan motorsport),”ungkapYudi.

YSO tahun kedua ini, sengaja dibuat berbeda dari tahun lalu dan lebih unik dari 10 kota lain. Pasalnya, Kalla Toyota menilai konsep kreasi YSO tidak harus lahir dari penyelenggara, tapi lebih penting mengakomodasi konsep dan kreativitas para pencintaYaris. Karena itu, temanya adalah Custom Up Your Yaris to A Hi-Tech Groovy Level. Karena itulah tujuan utama kami, mengembangkan kreasi anak muda,”ungkapnya. Sementara itu, kontes slalom yang berlangsung di sirkuit Trans Mall, diikuti 112 peserta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin kian intens menyosialisasikan pencalonannya sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 ke sejumlah daerah. Setelah menyasar daerah Luwu Raya, Wali Kota Makassar menyisir daerah selatan Sulsel yang menjadi basis utama pendukung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada Pilgub 2007 itu, dengan mengunjungi Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba, kemarin. Di Bulukumba, Ilham bersilaturahmi dengan sejumlah warga Kecamatan Gantarang dan Ujungbulu di Kompleks Puri Asri, kemarin.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan turut menyempatkan diri bergabung dalam acara itu. Mantan Bupati Pahuwato itu terlihat akrab dengan Ilham. Zainuddin mengaku, memiliki hubungan emosional yang baik dengan Ilham sehingga sulit dipisahkan. Saya sudah lama bersahabat dengan Pak Ilham. Sebelum jadi bupati, kami sudah bersama, ujar Ketua DPD II Golkar Bulukumba ini. Pujian tersebut pun dibalas Ilham.

Menurut mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini, Zainuddin sebagai seorang bupati dapat menempatkan diri sebagai kepala daerah dan sebagai pengayom masyarakat serta pembina politik di daerah, kendati berbeda warna partai politik. Sejak menyuarakan diri sebagai kandidat gubernur, saya dianggap seperti virus di daerah sehingga tidak semua kepala daerah menerima dengan lapang dada, ujar Ilham.

Kegiatan Ilham di Bulukumba cukup padat. Selain bertatap muka dengan dua kecamatan tersebut, dia menghadiri undangan kerabatnya diKecamatanUjungloe. Sejak kecil, Ilham sudah di sini karena orang tuanya Arief Sirajuddin bukan orang lain di sini.Ilham adalah Wali Kota Makassar yang bijaksana.

Saya yakin Ilham akan memimpin Sulsel. Mari kita gaungkan semangat baru di Bulukumba,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Makmun Nonci. Silaturahmi lalu dilanjutkan ke Kecamatan Bontotiro atas undangan keluarga besar Andi Zainal yang dihadiri Ketua ICMI Bulukumba Syamsul Alam Fatwa dan mantan legislator Partai Golkar Bulukumba Haji Patola.

Sementara di Bantaeng, Pemilik Bulukumba Jaya Motor dan Hotel Denpasar Makassar Haji Ahmad DN turut menyatakan dukungan secara terbuka kepada Ilham Arief Sirajuddin menjadi Gubernur Sulsel periode mendatang. Kepada warga Bantaeng, perlu diketahui bahwa dengan kehadiran Pak Ilham, saya merasa terpanggil mendukungnya menjadi Gubernur Sulsel,”ujar Ahmad.

Dalam sambutannya, dia mengaku kegiatannya di sejumlah daerah setiap akhir pekan untuk bersilaturahmi dengan warga di daerah. Sekaligus dia memperkenalkan diri sebagai sosok semangat baru untuk Sulsel ke depan. Ilham pun meminta restu kepada masyarakat Bantaeng bertekad membawa pemerintahan Sulsel ke arah yang lebih baik.

Saya yakin tidak semua orang Bantaeng mengenal sosok Ilham Arief Sirajuddin sebagai kandidat gubernur dan insya Allah akan jadi gubernur. Orang Bantaeng mungkin hanya mengenal Ilham sebagai Wali Kota Makassar dua periode.

PT London Sumatera

Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dinilai lamban dalam penyidikan kasus penembakan warga Kajang, Ansu bin Halang, 27, di lahan perkebunan karet milik PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba. Pelaku diduga adalah oknum anggota Brimob Detasemen C Polwil Bone Briptu Nurman yang berjaga di lokasi tersebut. Ketua Lembaga Bantuan Hukum Makassar (LBH) Abdul Azis mengatakan, lambannya pengusutan yang dilakukan Polda Sulselbar dapat dilihat pada pemeriksaan saksi dari kalangan warga. Seharusnya penyidikan sudah menyangkut pelanggaran disiplin dan protap dari oknum Brimob.

Apa pun alasannya, penembakanterhadapwargaadalahpelanggaran fatal. Ini hanya pengamanan biasa dan bukan kerusuhan, makanya harus dituntaskan,” ungkapnya, kemarin. Dia menilai, aparat seolah tak serius mengungkap kasus penembakan yang melibatkan anggota pasukan elite Polri ini. Dari data media massa, polisi baru memeriksa dua warga yang menjadi saksi kasus penembakan yang terjadi awal pekan lalu. Dua saksi tersebut,yakni rekan korban, Anci, 21; dan tukang mesin PT Lonsum, Longgeng, 47. Keduanya diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulselbar di Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba.

Polisi dijadwalkan akan kembali melakukan pemeriksaan di Polres Bulukumba, Senin (10/10). Tiga warga yang berada di lokasi penembakan, yakni Uto, Sampe, dan Hanne, telah dipanggil sebagai saksi dalam peristiwa berdarah itu. “Anci diperiksa Jumat mulai pukul 15.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita,” kata kerabat korban, Rahmat, yang mendampingi Anci saat diperiksa.

Saat pemeriksaan, Anci mengaku bahwa lokasi penembakan berada di luar kebun karet. Jarak antara lokasi penembakan dan kebun karet sejauh 30 meter. Dia juga mengaku hanya mendengar dua kali tembakan yang diarahkan ke arah korban dan satu lagi ke arahnya. Jadi, Anci ditanya seputar penembakan, bagaimana cara menolong korban dan apakah lokasinya berada di kebun karet, ujarnya sembari menirukan kesaksian Anci.

Kesaksian berbeda justru diungkapkan Longgeng yang diperiksa pada hari yang sama. Menurut Longgeng di depan penyidik, lokasi penembakan berada 300 meter di dalam area perkebunan karet. Jarak antara Longgeng dan lokasi penembakan sejauh 70 meter. Jadi ada kesaksian berbeda, Longgeng juga mengaku mendengar ada empat kali terdengar suara tembakan,”papar Rahmat yang ditemui di RS Ibnu Sina,kemarin.

Sementara itu, Ansu bin Halang yang kondisinya mulai membaik, mengaku sejauh ini belum diperiksa pihak Propam Polda. Padahal, sempat beredar kabar bahwa korban akan menjalani pemeriksaan, Jumat siang. Namun, penyidik membatalkan tanpa alasan yang jelas. Kabid Penerangan dan Hukum Polda Sulselbar Kombes Chevy Achmad Sopari menegaskan, saat ini pihaknya telah menahan pelaku penembakan.

Hanya, belum ada tanda-tanda pelanggaran anggotanya dalam kasus penembakan itu. Sudah sesuai protap, ada tembakan peringatan sehingga belum bisa disimpulkan ada pelanggaran,” ujarnya. Terkait pemeriksaan terhadap korban, Chevy mengaku, penyidik masih menunggu kesehatan korban membaik dan memungkinkan dimintai keterangan. Kalau kondisinya membaik, pasti kami akan periksa.
 
 
Copyright © 2012 Info Kita All rights reserved Mas Hari
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia